Mengenal Radang Sendi pada Lansia (Osteoarthritis)


03 July 2018
By Krisna Yuarno Phatama

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu permasalahan pada tulang rawan yang diakibatkan oleh faktor degeneratif atau penuaan. Masyarakat sering menyebutnya sebagai pengapuran sendi. Pada sendi yang sehat, tulang rawannya masih tebal dan halus, berbeda dengan OA, dimana tulang rawannya mulai kasar dan/atau menipis, bahkan hilang. Kondisi tersebut mengakibatkan gerakan sendi yang tidak mulus lagi.


Gejala utama OA adalah nyeri, terutama dirasakan saat beraktifitas, seperti berjalan jauh atau berdiri lama. Selain sendi lutut, OA sering juga terjadi pada sendi panggul. 

Pada umumnya, OA disebabkan oleh pembebanan sendi yang berlebihan dalam jangka waktu lama, misalnya karena obesitas.


Secara umum, ada 2 derajat/tingkat keparahan OA, yaitu derajat ringan dan berat. 

Pada OA derajat ringan seringkali ditandai dengan nyeri lutut terutama saat atau setelah beraktifitas. Pada foto ronsen didapatkan gambaran osteofit dengan celah sendi yang masih baik. Hal ini menandakan bahwa tulang rawan sendi masih cukup tebal walaupun permukaannya sudah tidak halus lagi.

Sedangkan pada OA derajat berat, nyeri lutut akan dirasakan lebih berat, dan dapat diamati adanya pembengkokan lutut. Pada foto ronsen ditemukan osteofit yang lebih besar, dengan celah sendi yang menipis atau bahkan hilang.


Pengobatan OA sangat bervariatif, tergantung derajat keparahannya, dengan tujuan utama menghilangkan nyeri dan meningkatkan fungsi sendi lutut. Mulai dari memodifikasi aktifitas sehari-hari, latihan dan obat-obatan khusus, sampai ke tahap operasi.

Nyeri sendi karena OA memang sangat mengganggu dan dapat mengurangi kualitas hidup, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.