Recovery Pasca Rekonstruksi Cidera Ligamen ACL


14 August 2018
By Admin

Recovery pasca operasi rekonstruksi ligamen ACL
Rekonstruksi ACL adalah sebuah tindakan operasi untuk mengganti ligamen ACL yang rusak ataupun sudah tidak berfungsi. Prosedur operasi ini tidak dapat dipisahkan dari proses rehabilitasi dan latihan.
Proses Rehabilitasi ini memerlukan banyak waktu, bisa dikatakan beberapa bulan. Kembalinya pasien kepada aktivitas sehari hari bergantung banyak faktor, antara lain:
Saran dokter bedah anda
Jenis operasi
Jenis Graft yang digunakan
Jenis aktivitas yang diharapkan
Kondisi masing masing pasien

Proses latihan ini dilakukan secara bertahap, dan tidak efektif  serta dapat beresiko bila dilakukan tanpa pendampingan tenaga ahli yang menangani pasien.


Perhatian:
Setiap panduan yang tercantum di halaman ini sifatnya adalah informasi secara umum yang perlu dipahami pasien, dan tidak menggantikan saran dokter mengenai rekonstruksi ligamen ACL anda.
Rehabilitasi pasca rekonstruksi memiliki banyak tahapan, dan berbeda di setiap pusat rekonstruksi ACL, namun secara umum dapat memiliki tujuan:
Mengembalikan rentang gerak/Range of motion (ROM)
Mengembalikan kekuatan
Mengembalikan aktivitas pasien

Fase pemulihan pasca rekonstruksi ACL menentukan latihan apa yang dapat dilakukan. Diawal pasca operasi tidak dapat langsung kembali olahraga ataupun gerakan yang ekstrem. Di lain pihak, pasien harus memiliki motivasi bergerak, sesuai saran dokter untuk mencegah kekakuan. Fase pemulihan dapat dipilah menjadi:
Fase 1 Fase Akut
Fase 2 Adapatasi
Fase 3 Stabilisasi
Fase 4 Latihan kembali ke olahraga


Fase 1: Fase Akut
Di akhir fase awal ini diharapkan nyeri dan bengkak sudah berkurang, dan rentang gerak sudah kembali penuh. Pasien sudah berjalan tanpa alat bantu. Untuk mengurangi bengak dan nyeri dapat dilakukan Terapi dingin dan Elevasi kaki anda.

Fase 2 : Adaptasi
Fase ini adalah melanjutkan latihan fase 1 yang dengan beberapa latihan yang lebih progresif. Seperti bersepeda, squat. Dan latihan keseimbangan
Pada fase ini pasien diharapkan sudah dapat berjalan normal, berdiri diatas satu kaki (single leg balance) pada wobble board. Mampu melakukan single leg wall squat, multiple lunges, single leg RDL, single leg supine bridge.

Fase 3 : Stabilisasi
Latihan ini lebih intensif lagi dengan harapan pasien sudah tidak merasakan nyeri, dapat melakukan jogging cukup lama, memiliki koordinasi dan kekuatan yang baik.

Fase 4 : Latihan kembali ke olahraga
Kembali ke aktivitas olahraga. Fase ini bertujuan memaksimalkan kekuatan daya tahan dan stabilitas dari lutut, kontrol otot, latihan kecepatan dan agility, serta latihan spesifik olahrag yang dituju. Fase ini adalah fase terakhir dan harus melalui fase sebelumnya dengan pendampingan professional untuk meminimalkan resiko pasca rekonstruksi ligament ACL.