HIP

Fiksasi Pada Patah Tulang Pinggul


25 July 2018
By Admin

Fiksasi pada patah tulang adalah prosedur bedah untuk menstabilkan patah tulang dengan alat alat mekanik seperti Metal.

Kondisi patah pinggul yang memerlukan fiksasi



Tergantung pada kondisi patah tulang dan kesehatan pasien. Tidak semua patah memerlukan fiksasi pada patah tulang atau yang dikenal awam sebagai “pemasangan Pen”.

Beberapa patah tulang yang tidak bergeser tidak memerlukan operasi hanya istirahat. Tentunya dengan evaluasi karena dapat terdapat pergeseran kembali ataupun komplikasi yang lain.

Namun pada kondisi dimana tulang tidak stabil ataupun kondisi lainnya, patah pada pinggul memerlukan fiksasi.

Pada hal lainnya, justru tulang tersebut tidak dapat difiksasi namun harus dilakukan operasi penggantian sendi. Beberapa contohnya pada tulang yang sudah mengalami kematian tulang (avascular nekrosis), Lokasi patah tulang yang khusus, Usia lanjut.


Next
Prev

Persiapan Prosedur Fiksasi patah tulang pinggul


Hal yang perlu dilakukan sebelum operasi fiksasi patah tulang pinggul diantaranya:

Kunjungan ke dokter

Dokter akan memeriksa kesehatan secara umum dan secara spesifik pada pinggul yang cidera.  Beberapa pemeriksaan juga akan dilakukan seperti ronsen, laboratorium. Pada beberapa kasus diperlukan pemeriksaan ronsen.

Periksa obat obatan yang sedang diminum. Tanyakan mengenai obat yang perlu dihentikan atau diminum sebelum operasi.

Aktivitas sebelum dan setelah prosedur rekonstruksi

Tanyakan kepada dokter aktivitas yang dapat dilakukan segera setelah operasi, saat perawatan dan setelah pulang.  Pada kasus tertentu pasien tidak dapat langsung menapak setelah operasi. Pasien juga dianjurkan menggunakan alat bantu setelah operasi. Seperti tongkat ataupun walker.

Rehabilitasi

Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan secara bertahap dari gerakan pasien. Dimulai dari pompa otot, Gerakan duduk, Aktivitas buang air besar, duduk dan berjalan.


Next
Prev

Resiko Operasi Fiksasi Interna Patah Tulang

Operasi fiksasi pada patah bertujuan mengambalikan gerak dan aktivitas pada pasien. Setiap prosedur memiliki resiko dan komplikasi. Kontrol rutin dan tanyakan kepada pada dokter anda untuk hasil yang terbaik, dan hal yang perlu dilakukan apabila terjadi komplikasi.

Next
Prev

Berikut adalah beberapa resiko dan komplikasi operasi fiksasi pada patah tulang

Cidera saraf, cidera pembuluh darah
Infeksi
Osteoarthrtis
Sendi yang kaku