GENERAL

PENANGANAN PATAH TULANG DAN SENDI YANG KELUAR SECARA OPTIMAL DENGAN METODE MEDIS


05 October 2018
By Admin

PATAH TULANG (FRAKTUR) DAN SENDI YANG KELUAR (DISLOKASI)

Oleh: Dr Ardi Setiawan, SpOT
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Bedah Tulang)
Fellow dan Anggota IHKS (Indonesian Hip Knee Society)

Patah tulang atau dalam bahasa medis disebut fraktur adalah kondisi tulang yang terputus, baik sebagian, komplit ataupun remuk. Biasanya diakibatkan oleh trauma benturan baik oleh kecelakaan lalu lintas, kecelakaan di dalam rumah tangga seperti terpeleset di kamar mandi, cedera saat olahraga. Patah tulang dapat terjadi pada semua bagian tulang pada tubuh manusia, baik tulang panjang seperti paha, betis maupun tulang pipih seperti tulang panggul, ruas tulang belakang.

Terdapat beberapa cara pengelompokan patah tulang. Patah tulang secara umum dibedakan menjadi 2 yaitu patah tulang tertutup dan terbuka (adanya luka dengan tulang menonjol keluar). Selain itu ada juga fraktur patologis yang biasa terjadi pada orang tua, dimana jika benturan dengan besar gaya yang sama mengenai orang muda dengan tulang yang normal maka tulang tidak akan patah. Namun jika benturan tersebut terjadi pada orang tua dengan kepadatan tulang yang berkurang (kondisi ini dinamakan osteoporosis) maka tulang tersebut akan patah.

Sedangkan sendi yang keluar (Dislokasi) diakibatkan oleh trauma yang hebat sehingga mengakibatkan persendian keluar dari tempatnya. Hal ini dapat terjadi pada sendi besar seperti sendi bahu, siku, panggul, lutut maupun sendi - sendi kecil seperti pada jari – jari tangan dan kaki

Gambar 1. Berbagai macam pola patah tulang paha mulai dari simpel hingga “remuk”.

Next
Prev

TANDA DAN GEJALA 

Gejala paling sering ditemukan adalah nyeri yang tiba - tiba muncul setelah trauma. Biasanya disertai dengan bengkak, lebam, kaki menjadi lebih pendek, melengkung ataupun bengkok. Dapat pula disertai dengan luka pada kulit ataupun tampak tulang yang menonjol keluar dengan otot sekitar lebam ataupun robek.

Gambar 2. Patah tulang terbuka disertai robeknya otot dan pembuluh darah


Gambar 3. Patah tulang sekitar dan didalam sendi lutut

Pada sendi yang keluar gejala yang ditemukan adalah nyeri yang hebat, sendi menjadi tidak bisa digerakkan ataupun diluruskan setelah trauma. 

Pada patah tulang maupun sendi yang keluar, yang perlu diperhatikan adalah aliran darah menuju lengan ataupun kaki di sebelah bawah setelah melewati tempat trauma. Jika terdapat bengkak yang sangat hebat dapat menyebabkan terjepitnya aliran darah dan saraf sehingga akan ditemukan lengan atau kaki tampak pucat kebiruan dan timbul mati rasa (baal – baal). Jika ditemukan kondisi seperti ini merupakan kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan segera karena dapat menyebabkan kaki ataupun lengan menjadi hitam akibat terhentinya aliran darah.



Next


Prev

PENANGANAN PERTAMA PADA PATAH TULANG DAN SENDI YANG KELUAR

Prinsip pertolongan pertama patah tulang dan sendi yang keluar adalah dengan tidak memperburuk kondisi dan keadaan penderita. Jika penderita sadar segera tanyakan bagian tubuh mana saja yang terasa sakit. Pada patah tulang dapat kita tolong dengan mencoba meluruskan tungkai dan menahannya dengan benda lurus seperti papan kayu. Jika terdapat luka ataupun tulang yang menonjol keluar segera ditutup menggunakan kasa steril yang telah dilembabkan dengan air bersih. Jika terdapat darah yang memancar cukup ditekan dan dibalut menggunakan kasa atau gulungan kain pada luka dan sebaiknya tidak diikat karena dapat mengganggu aliran darah. 

Pada sendi yang keluar biasanya penderita merasakan nyaman pada posisi posisi tertentu. Jika kita menduga adanya sendi yang keluar hendaknya tidak mencoba untuk meluruskan. Cukup  diposisikan seaman dan senyaman mungkin untuk penderita dan segera dikirim ke fasilitas kesehatan. Hendaknya tidak mencoba untuk melakukan reposisi sendiri karena dapat menyebabkan patah maupun pembuluh darah dan saraf menjadi terjepit. Jika segera ditolong biasanya dapat dilakukan reposisi sendi tanpa pembedahan. Sendi yang keluar memerlukan tindakan segera agar tulang lunak di sekitar persendian tetap dalam kondisi sehat. 


Next
Prev

TIDAK SEMUA PATAH TULANG HARUS OPERASI

Masih beredar pemahaman yang keliru beredar di masyarakat bahwa semua pengobatan patah tulang secara medis pasti memerlukan operasi untuk pasang pen. Terlebih ada anggapan jika pengobatan dilakukan akan dipotong kaki atau tangannya. Sehingga hal ini membuat masyarakat enggan untuk mencari pengobatan secara medis. Anggapan seperti diatas sama sekali tidak benar. Seiring kemajuan jaman dan perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan berbagai cara penanganan patah tulang secara efektif dan aman.  Banyak contoh kasus patah tulang yang tidak memerlukan operasi apalagi pembedahan. Seperti contoh patah tulang pada anak – anak, patah tulang orang dewasa yang tidak bergeser, patah tulang belakang yang tidak disertai kelumpuhan. 

Terapi tanpa operasi biasanya cukup dilakukan pemasangan gips (pasang semen melingkar) dengan tujuan mempertahankan posisi tulang hingga sembuh menyatu. Ataupun pada tulang belakang diberi korset untuk membantu menyangga punggung belakang. 

Gambar 5. Terapi konservatif (non-operatif) pada patah tulang jari kaki.

TIDAK SEMUA OPERASI PATAH TULANG DILAKUKAN PEMASANGAN PEN

Terdapat bermacam macam jenis operasi pada patah tulang. Pada patah tulang dengan luka dilakukan pembersihan luka dan penjahitan. Jika memungkinkan dilanjutkan dengan pemasangan gips (semen). Waktu pemasangan gips untuk anak – anak bekisar 4 hingga 6 minggu. Sedangkan untuk orang dewasa memerlukan waktu 8 hingga 10 minggu. Kemudian setelah gips dibuka dapat dilanjutkan latihan berjalan dan menginjak kaki bertahap dengan bantuan tongkat.

Pada sendi yang keluar kasus baru dilakukan pembiusan dan reposisi (penarikan) secara tertutup tanpa prosedur pembedahan. Sedangkan jika telah terjadi lebih dari 2 hingga 3 minggu digunakan reposisi secara terbuka menggunakan pembedahan.


Gambar 6.

(a) Pemasangan gips (semen) pada tungkai bawah
(b) Hasil X – ray yang menunjukkan patah tulang kering besar dan kecil
(c) Hasil X – ray pasien yang sama setelah pemasangan gips selama 4 minggu menunjukkan pertumbuhan tulang baru yang mengisi tempat patah.

PEMASANGAN PEN PADA PATAH TULANG

Tujuan pemasangan pen pada patah tulang adalah menjaga agar tulang menjadi stabil sambil memberikan kesempatan pada patah tulang untuk sembuh. Pen pada patah tulang dibagi menjadi 2 yaitu pen luar dan pen dalam. Pen luar jarang digunakan dan biasanya pada kasus patah tulang terbuka dengan luka yang sangat luas.

Sedangkan pen sering digunakan dan dipakai pada kasus patah tulang tertutup ataupun patah tulang terbuka dengan luka kecil. Masih terdapat anggapan dimasyarakat bahwa penderita patah tulang yang dipasang pen dalam akan merasakan ngilu dan rawan tersambar petir. Hal ini sama sekali tidak benar dan penggunaan pen dalam sangat aman karena telah melalui banyak penelitian.

Bahan pen terbuat dari bahan yang kuat, tidak akan bereaksi terhadap tubuh dan sangat aman digunakan didalam tubuh. Pen dapat dilepas jika tulang sudah menyatu dan tidak memerlukan kekuatan penyangga pen lagi. Biasanya dilepas setelah  1 tahun atau lebih. 

Kondisi patah tulang seperti apa yang memerlukan pemasangan pen dalam? Yaitu patah tulang yang bergeser jauh, patah tulang yang tidak stabil dan cenderung bergeser, patah tulang yang cenderung menjauh akibat tarikan otot seperti di siku, patah tulang dengan tulang menonjol keluar yang jika tidak dipasang pen dalam tulang tersebut akan keluar menembus kulit kembali sehingga timbul infeksi, patah tulang yang berada di sekitar dan di dalam sendi karena akan mempengaruhi pergerakan sendi.